Jumat, 17 Desember 2010

Mengenal Allah dengan NamaNya

Bismillah

Mengenal Allah sebelum mengenal segala sesuatu akan mendatangkan manfaat. Jika kenal segala sesuatu selain Allah sebelum mengenal Allah akan mendatangkan mafsadah.

Cara mengenal Allah, mengenal nama-namaNya dengan mempelajari Asmaul Husna (Bisa dilihat di Al A’raf). Kita diajarkan untuk berdoa dengan menyebut asmaNya;

Keistimewaan Doa: Diminati, mudah dipahami, menyentuh, menggugah, dan menyadarkan.

“Allah itu memiliki nama-nama Yang Baik, maka berdoalah dengan menyebut nama-namaNya”

“ Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Menyukai Kemaafan, Maka Maafkanlah Kami”

“Wahai Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, Dengan RahmatMu, aku mohon pertolonganMu. Perbaikilah untukku segala urusanku dan janganlah engkau serahkan urusanku kepada diriku walau sekejap mata”

“ Ya Allah, Engkau Yang Menyelamatkan dan darimu keselamatan”

“Ya Allah, sesungguhnya aku berdoa kepadamu Ilahi yang Rahman dan berdoa kepadaNya yang Maha Baik, Penyayang, Dengan Nama-namaMu yang baik, semua namaMu yang aku tahu dan apa yang aku tidak tahu, Ampuni dan sayangi aku”

Doa adalah salah satu bagian dari dzikir kepada Allah Ta’ala. Siapa yang berdzikir kepada Allah, Allah akan memberikan kepadanya ketenangan hati.

Dzikir yang betul-betul berdzikir akan menimbulkan bergetarnya hati sehingga lahirkan ketenangan.

Dalam QS Al Muzamil ayat 8 secara bahasa dzikir berarti dzikir, yadzkur, dan dzakara artinya mengucapkan, mengingat, dan sadar.

Untuk mengucap perlu lisan, untuk mengingat perlu akal, dan untuk sadar perlu hati. Bagaimana agar ketika dzikir, ketiganya berperan?

Lisan mesti ta’dhim yang artinya merendahkan diri kita dan merendahkan suara kita.

Akal mesti tafhim yang artinya memahami dzikir yang kita ucapkan.

Hati mesti tadabbur yang artinya merenungkan.

Isma Jalaliyah : nama yang agung jika direnungkan melahirkan raja’/harapan.

Ghadaliyah: nama yang mengandung kemurkaan menimbulkan khauf/takut.

Jamaliyah: nama yang mengandung keindahan jika direnungkan mengandung ta’dhim

Soal munculnya otomatis. Jika tidak bisa tadabbur maka terjadi kerusakan pada syaraf lidah.

Siapa saja yang berdzikir dan berdoa dalam keadaan diliputi raja, khauf dan ta’dhim, maka kebeningan akan menyelimuti hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar