Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Quran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Desember 2010

Tentang Jin

Tentang Jin

Iblis, ketua jin, mereka ingin menuju ke Mekah al Mukaramah- Tihamah- Pasar Ukaz. Disana mereka mendengar Rasul membaca Al quran. Mereka mengatakan tunduk. Kemudian jin pulang kampung dan berdakwah juga. Allah menceritakan tentang kaum Jin dengan tujuan untuk merendahkan manusia yang TIDAK beriman, padahal jin beriman dan selalu mendengar Al Quran.

Risalah Muhammad juga untuk para jin. Jin juga mendapat perintah sebagaimana manusia harus menjalankan rukun Iman dan Rukun Islam. Jin juga berharakah. Namun jin lemah. Jin takjub pada Quran karena: indahnya suara Muhammad, susunan bahasa dan matannya, ikatan para nabi dan kitab-kitab terdahulu… Al Quran—yahdi ila rusydi—yarsada—yursidu—rosyidan—mursidun-pembimbing-penasehat: sifat Al Quran akan membimbing siapa saja yang beriman kepada Allah. Mereka yang beriman kepada Allah sensitif kepada kebaikan.

“Wahai orang yang beriman sambutlah seruan Allah dan Rasul tidak menyekutukan Allah sampai kapanpun”. Jin jika sudah berkomitmen takkan pernah mau berbohong. Mereka mengakui kebesaran Allah.

Al Hijr 16-17-18

ü Sungguh kami jadikan di langit bintang-bintang untuk hiasan bagi orang yang melihat.

ü Untuk menjaga dari syetan-syetan yang dilaknati, yang mencuri berita dari langit ( digunakan syirik-paranormal).

Jin juga menisbatkan kekuatan tertentu pada mahkluk

Allah menceritakan itu untuk menghindari kemusyrikan. Allah yang berkuasa pada manusia. Manusia mudah dipengaruhi. Siapapun yang meminta bantuan jin tidak diperkenankan. Banyak manusia menyembah jin tanpa sadar. Allah hitung sebagai dosa besar….Paranormal jualbeli jin…daerah yang diganggu jin: mata ,telinga dan hidung, punggung dan daerah vital…cegahlah dengan membaca al matsurat… pada ayat ke 7 surat Nuh menjelaskan bahwa mereka juga memiliki keyakinan bahwa mereka juga akan dibangkitkan.

Sabtu, 04 Desember 2010

Tafsir Al Quran Surat Nuh

Tafsir Qs Nuh

Qs Nuh termasuk kedalam surat Makiyyah. Kerisalahan Nuh sama dengan kerisalahan Nabi Muhammad. Nabi Nuh termasuk sebagai rasul. Kisah Nuh memiliki pengaruh yang sangat kuat. Tidak ada beda antara nabi yang senior dan yang baru. Banyak cerita tentang Nuh, Jusuf juga, mereka memiliki banyak nilai perjuangan yang tinggi, begitu juga Musa. Idriss dan Ilyass diceritakan sedikit. Allah melebihkan diantara hamba-hambaNYA.

Nilai-nilai perjuangan, dakwah, menegakkan yang hak, melemahkan kebatilan adalah ujian para nabi dan orang-orang shalih. Jika kita berpikir kenapa masalah tak kunjung usai, maka itu salah. Dalam Al Ahqaf.. diperintahkan untuk kita bersabar, bersabar sebagaimana ulul azmi, mereka memiliki azam yang kuat sehingga tidak menghentikan langkahnya. Nabi Nuh diuji dengan isteri dan anaknya membangkang. Ia hidup 1000 tahun dan berdakwah selama 950 tahun, namun meski tak ada pengikut tetap bersabar dalam berdakwah. Mengaca dengan ini, dai yang diuji dengan duniawi kalah, maka sandangan da’I harus dilepas. Contohnya mahasiswa dan mahasiswi diuji dengan pernikahan dengan alasan mencari maisyah keluar dari medan dakwah-termasuk berguguran dari medan dakwah. Muslim dai mujahid murabbi harusnya ketika menikah justeru semakin kuat. Seakan Allah mengatakan “Wahai Nuh, jika engkau bersedih sesungguhnya kaum terdahulu juga diuji. Nuh adalah gambaran besar tarbiyah ruhiyah tentang sulitnya medan dakwah. Al Ahzab 23…. Sekali layar terkembang pantang mundur kebelakang.

Ar-rijal;benar-benar lelaki. Sebagian, bukan semua dari orang beriman adalah pejuang bukan sekadar ucapan. Ketika mengambil pelajaran surat Nuh ada spirit baru “ ruhul jadiid fii jasadil ummah”. Akhir surat Yusuf: sungguh pada cerita nabi terdapat ibrah bagi orang yang Ulil Albab/berakal/cerdas. Membaca sejarah orang yang masih hidup membuat hati kita mati, sedang membaca sejarah orang shalih yang meninggal membuat hati kita hidup. Banyak mayat bergelantungan dimuka bumi, banyak orang hidup tak terlihat. Sejarah itu untuk mengokohkan langkah kita. Jika kita merasa sulit, orang terdahulu lebih sulit dari kita. Sekarang ilmu mudah didapat. Dahulu Abu Dzar Al Ghifari berjalan jauh untuk bertemu Rasul untuk menimba ilmu darinya. Menurut Imam Nawawi Ilmu itu harus didatangi.

Tujuan Allah menutus nabi Nuh terdapat dalam Al Fath 8-9-10. Nabi Muhammad sebagai saksi, pembawa kabar gembira dan peringatan, nabi Nuh sebagai pemberi peringatan (Terkait sejarah). Sebab sesuatu yang melatarbelakangi Allah mengutus Nabi Nuh: setelah Allah mewafatkan Adam setan tidak tinggal diam, ketika ratusan tahun tidak ada pembimbing kecuali orang-orang Shalih (Suwa, Wada, Yaghut, Yanun) kemudian generasi selanjutnya dan generasi selanjutnya, syetan mendorong manusia malah menyembah orang-orang shalih tersebut bukan menyembah Allah, maka Allah mengutus Nuh untuk memberi peringatan kepada mereka.

Pada nabi Muhammad peringatan itu diungkap sebagai kisah yang baik dan buruk mengingatkan kembali umatnya dan umat Muhamad akan menjadi saksi dan Al Quran inipun akan menjadi saksi atas umat umat terdahulu. Maka ketika manusia keluar dari risalah yang Rasul ajarkan maka azab yang diterima. Diberi peringatan karena sebelumnya tahu tapi kemudian ingkar. Kekufuran yaitu tahu baik tapi tetap tidak dilakukan.

Ibadah-takwa-taat-mengabdi kepada Allah, bekerjalah hanya untuk Allah. Sebagai Ibadih, kita tidak mengharap kecuali sesuatu yang dijanjikan olah Allah. Kita belum paham makna mengabdi jika masih menyembah hawa nafsu, juga jika belum berjuang dengan segenap harta, jiwa dan nyawa. Tujuan kita hanya mengabdi kepada Allah bukan pada syetan dan nafsu. Syetan adalah musuh Allah. Derap langkah kita hanya untuk Allah.

Setelah berjanji mengabdi, taqwa menjadi tameng-taqwa menjadi penjaga jiwa agar tidak mudah berubah menjadi hamba syetan dan nafsu. Pakaian taqwa itu lebih baik. Taqwa melindungi cuaca buruk penyakit hati, pikiran, moral yang mengarahkan pada abdi selain Allah. Inti taqwa adalah ketaatan mutlak kepada Allah. Imbalan bagi orang yang bertaqwa:

· Ampunan. Kenikmatan paling tinggi adalah ampunan. Keimanan dan ketaqwaan tak bisa sempurna. Maka ampunan Allah adalah hal yang utama. Ada kisah tentang seorang yang hidup selama 500 tahun tak pernah berbuat maksiat, ketika mau dimasukkan ke syurga ingin ditimbang dahulu amalnya, ternyata amalnya tetap lebih rendah dari karunia dan nikmat yang Allah berikan. Hanya rahmat Allahlah yang memasukkannya ke syurga. (Al Hujurat ayat 7) jika kita sudah merasa berjasa maka buanglah jauh sifat itu karena itu sifat orang munafik…kalau bukan saya… kita tidak perlu bangga dengan amal kita karena itu sifat orang munafik (HR Muslim)

· Istiqomah. Ketika ada peluang kebaikan segera lakukan. Jangan terlalu rajin atau terlalu malas. Sederhana, kontinu. Tak ada yang selamat dari azab kecuali karena RahmatNya termasuk Rasulullah. Kalo kita ingin dapat ampunan, abdi, taat dan taqwa hanya kepada Allah meski kebanyakan manusia taat pada majikan yang kelihatan.

· Usia itu barokah. Usianya muda banyak karyanya. Contoh Hasan al Banna, umur yang panjang dan barokah nabi Nuh. “ Siapa yang ingin umurnya panjang dan dibarokahi oleh Allah, maka bersilaturahmilah”. Arti lebih dalam dari orang taat akan terhindar dari kematian yang buruk. Ramses 1-3 usianya panjang tapi tidak barokah.

Orang yang tidak memiliki poin diatas hidupnya akan hancur, stress tidak bisa tidur. Orang yang punya ilmu enak. Ilmu akan menjaganya. Konsep Al Quran cukup. Contoh kehidupan barokah adalah kehidupan Ibrahim dan Muhammad. Ibrahim isteri dan anak-anaknya menjadi shalih generasi antar generasi. Muhammad isteri dan anak-anaknya shalih. Mereka dibarokahi Allah karena menyembah, bertaqwa dan mentaati Allah.

Jika kamu mengetahui…usia berkah kapan? Ketika menikah… barokallahu laka barakallohu ‘alaina wajama’a bainahuma…. Semoga Allah memberkahimu saat suka saat sedih dan saat keduanya…apa yang dimiliki Rasul sehingga bahagia ( Al ahzab 21 ) isteri nabi memilih nabi daripada harta.

Hidup barokah hanya saat menikah. Ketika menikah akan merasakan benar-benar makna ibadah, taat dan taqwa. Meski banyak agenda tetap istiqomah. Barakah bertambah-tambah. Meski amanah dan beban bertambah tetap sanggup menjadi ubudillah, taat dan taqwa kepada Allah. Misal sakit sebentar dibandingkan saat sehat, sehatnya jauh lebih banyak. Jangan merasa hidup ini susah. Semakin sulit jika tidak mensyukuri nikmat Allah. Kebaikan Allah berikan lebih banyak daripada sakitnya. Sabar itu tidak mengeluh. Ikhlas itu tidak mengeluh. Jangan merasa sulit, Allah memudahkan segalanya. Harapan itu masih ada. Sabar itu nikmat, sandarkan pada Allah. Kita hanyalah mayat yang mengikuti apa perintah Allah. Orang yang mengeluh tidak puas terus karena tidak memahami nikmat Allah. ( Kajian Tafsir Al Quran di pojok Mardliyah)

)

Kajian Tafsir di Menara Hikmah

Ali Imran ayat 185-186

Hikmah ayat: Orang yang sudah menyatakan beriman akan senantiasa diuji baik itu harta, diri, maupun gangguan yang banyak dan menyakitkan hati dari ahli kitab dan kaum musyrik. Ujian harta bisa jadi berupa kesempitan hidup, fakir banyak musibah dan kadang ujiannya juga bisa dalam bentuk kesenangan kemelimpahan harta. Ujian diri dimulai saat balighnya bagaimana, diuji dengan banyaknya teman, diuji bagaimana belajarnya, diuji dalam menyelesaikan studinya, diuji dalam pekerjaannya, diuji dalam pernikahannya, diuji dalam mendidik anaknya seterusnya sampai meninggal dunia. Ujian dari kaum musyrik dan ahli kitab misalnya perang pemikiran dan perang fisik. Semua ujian itu perlu dihadapi dengan sabar dan taqwa. Ayat tersebut menunjukkan bahwa kita tak bisa berharap hidup itu linier dan bahwasanya ujian itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita, maka kita harus siap diuji dalam keadaan apapun agar kita lulus.

Ali Imran 187-188

Hikmah ayat: Kita dilarang mengikuti ahli kitab yang suka menyembunyikan kebenaran. Jika kita tahu sesuatu harus disampaikan. Senantiasa menyampaikan dan jangan sampai menyembunyikan. Tahu ilmu kemudian disampaikan dan dilaksanakan serta tidak berbuat riya (senang dipuji). Mereka yang tidak melakukan apa yang mereka katakan dan senang dipuji atas apa yang tak mereka perbuat tak terlepas dari azab Allah.

Ali Imran 189

Allah Maha Kaya, yang memiliki segala sesuatu.

Ali Imran 190

Hikmah: Jangan seperti orang mati, berdzikirlah terus menerus baik dalam keadaan duduk. Berdiri maupun berbaring, pun dalam akad nikah. Dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Akal juga perlu senantiasa diaktifkan. Untuk melindungi akal tidak berfungsi maka diharamkan segala sesuatu yang memabukkan. Dalam keadaan apapun ingat Allah dan senantiasa tafakur merenungkan ciptaan Allah yang ada di langit dan dibumi. Kalau tidak tafakur seolah yang ada hanyalah datar-datar saja padahal dalam diri sendiri terdapat sesuatu yang luar biasa. Kalau selalu berdzikir dan berpikir secara reflektif akan menyimpulkan bahwa engkau tidak diciptakan sia-sia. Sehina-hina apapun setiap ciptaan Allah ada tanda-tanda kebesaran Allah yang melekat padanya. Baik itu hanya berupa nyamuk, cacing, maupun bakteri. Bahkan yang diciptakan harampun ada manfaatnya yaitu sebagai ujian. Jika berdzikir dan berfikir secara benar boleh jadi yang bekerja di laboratorium lebih besar pahalanya daripada yang beriktikaf di masjid. Dengan berdzikir dan berfikir akan mengoreksi diri bahwa ternyata diri ini hina, kerdil dan masih teledor dalam beribadah padahal Allah telah menyediakan bumi dan seisinya untuk modal manusia beribadah. Dengan perenungan yang dalam akan memunculkan juga rasa berdosa. Allah telah memberi nikmat yang banyak namun kita kurang mensyukurinya.

Dan sesungguhnya yang Allah masukkan dalam neraka adalah hina sehina-hinanya. Dalam hidup tak lepas dari masalah, missal jika tak punya uang bisa minta, pinjam, cari atau korupsi. Jika sakit bisa cari obat jika sudah tak ada obat bisa mati, namun ada juga yang bunuh diri. Baik tak punya uang atau sakit bukan masalah karena ada jalan yang benar untuk atasi. Yang jadi masalah adalah kalau kita masuk neraka. Cara kita mencari solusi menentukan kemana akhir hidup kita. Dan sehina apapun dimata manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan kehinaan dimasukkan dalam neraka. Jadi asal tetap dalam jalur kebenaran dicela apapun jangan merasa hina. Iman itu tandanya sama saja baik ketika dipuji atau dicela. Api neraka dipanaskan 1000 tahun sehingga menjadi putih. 1000 tahun bukan ukuran dunia. 1 hari akhirat sama dengan 1000 tahun didunia. Kehinaan juga bagi yang punya ilmu tidak mengamalkan. So ? yakini apapun masalah yang kita hadapi kecil dibandingkan kita hidup masuk neraka. Kita juga tidak boleh dzalim (menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya). Kita harus mengikuti aturan Allah, bukan aturan hawa nafsu. Kita juga tidak boleh menganiaya diri sendiri karena menganiaya diri diakhirat tidak ada penolongnya meski didunia ada penolongnya. Kesyirikan juga merupakan kedzaliman yang paling dahsyat karena menempatkan Allah tidak pada tempatnya. Allah telah menciptakan kita sendirian, semestinya pula kita beribadah mengEsakanNya.

Doa yang terbaik dicontohkan dalam Alquran “Sesungguhnya kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman, maka kamipun telah beriman. Karena kami sudah beriman, maka tutupilah dosa-dosa kami….. dan wafatkanlah kami bersama kaum yang berbakti”. Menurut Ibnu Abbas jika kita menjauhi dosa-dosa besar maka akan dihapuskan dosa-dosa kecil. “…. berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau berikan kepada RasulMu”. Amal perbuatan manusia tidak sia-sia dihadapan Allah meski manusia telah lupa. Laki-laki maupun perempuan sama saja baik itu hijrah keluar dari kampung halaman, disiksa karena Allah, berperang dan terbunuh. (Catatan Kajian di Menara Hikmah)